Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2012

Fungsi-fungsi PHP


Fungsi merupakan alat bantu pemrograman yang memberikan kemudahan dalam melakukan suatu tugas tertentu. Isi dari sebuah fungsi sebenarnya adalah rangkaian dari perintah-perintah pemrograman, entah panjang atau pendek, yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi 1 perintah saja. Ada begitu banyak fungsi yang disediakan oleh PHP. Selain itu PHP juga menyediakan fitur untuk membuat fungsi sendiri (seringkali disebut dengan UDF atau User Defined Function). Fungsi-fungsi yang spesifik untuk kasus tertentu mungkin tidak akan dibahas atau mungkin juga akan dibahas dalam artikel lain yang berisi tentang kasus spesifik tadi.
Kita akan mulai bahasan kita dari fungsi tanggal dan waktu. Fungsi tanggal dan waktu – sesuai dengan namanya – digunakan untuk pengolahan tanggal dan waktu. Beberapa fungsi yang akan dibahas adalah fungsi checkdate(), fungsi date(), dan fungsi getdate().
  
Fungsi checkdate()
Fungsi checkdate() digunakan untuk memeriksa keabsahan suatu bentuk tanggal gregorian, atau bentuk tanggal internasional yang kita anut sekarang. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
checkdate(bulan, hari, tahun)
Bulan adalah angka integer 1 sampai dengan 12 yang mewakili bulan Januari sampai dengan Desember.
Hari adalah angka integer yang menunjukkan hari dalam 1 bulan. Angka yang valid adalah 1 hingga 30 atau 31 (untuk bulan Februari 1 hingga 28 atau 29).
Tahun adalah angka integer yang menunjukkan tahun. Angka yang valid adalah 1 hingga 32767. Contoh penggunaannya dalam skrip PHP adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Fungsi CheckDate </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Apakah tanggal 27 Februari 1982 valid? <br />
<?php
$tes_tanggal = checkdate(2,27,1982);
if ($tes_tanggal==true) {
    echo "Ya, tanggal tersebut valid";
} else {
    echo "Tidak, tanggal tersebut tidak valid";
}
?>
<br />
<br />
Apakah tanggal 13 Juni 1982 valid? <br />
<?php
$tes_tanggal = checkdate(6,13,1982);
if ($tes_tanggal==true) {
    echo "Ya, tanggal tersebut valid";
} else {
    echo "Tidak, tanggal tersebut tidak valid";
}
?>
</BODY>
</HTML>
Fungsi date()
Fungsi date digunakan untuk menampilkan tanggal dan/atau waktu sekarang. Sintaks penggunaannya adalah sebagai berikut:
date(format[,timestamp])
Format adalah karakter-karakter yang digunakan untuk memformat tampilan tanggal dan/atau waktu.
Timestamp adalah waktu yang diukur dari jumlah detik sejak waktu UNIX Epoch, yaitu 1 Januari 1970, 00:00:00 GMT. Maksudnya adalah jika angka timestamp dituliskan 10 itu berarti tanggal yang dimaksud adalah 1 January 1970, 00:00:10 GMT. Waktu ini akan menyesuaikan dengan waktu lokal, jadi jika waktu lokal Indonesia adalah GMT +7, maka jika angka timestamp dituliskan 10 itu berarti tanggal yang dimaksud adalah 1 January 1970, 07:00:10. Jika timestamp tidak disebutkan, maka yang diambil adalah waktu lokal pada saat itu.
Karakter-karakter yang digunakan untuk format adalah:
Karakter
Arti
a
"am" atau "pm"
A
"AM" atau "PM"
B
Swatch Internet time
d
Hari dalam satu bulan, 2 digit dengan diawali nol, dari "01" sampai "31"
D
Hari dalam satu minggu, tekstual, 3 huruf; misal "Fri", “Sun”
F
Bulan, tekstual, lengkap, misalnya “March”, “May”
g
Jam, format 12 jam tanpa diawal nol, dari "1" sampai "12"
G
Jam, format 24 jam tanpa diawal nol, dari "1" sampai "23"
h
Jam, format 12 jam, dari "01" sampai "12"
H
Jam, format 24 jam, dari "00" sampai "23"
i
Menit, dari "00" sampai "59"
I
"1" jika Daylight Savings Time, "0" jika tidak.
j
Hari dalam satu bulan, tanpa diawali nol, dari "1" to "31"
l
Hari dalam satu minggu, tekstual, lengkap, misalnya "Friday", “Monday”.
L
Bernilai "1" untuk tahun kabisat, “0” untuk bukan.
m
Bulan dalam angka "01" sampai "12"
M
Bulan, tekstual, 3 huruf, misal "Jan", “Mar”
n
Bulan dalam angka tanpa diawali nol, dari "1" sampai "12"
r
Format tanggal RFC 822, misalnya "Thu, 21 Dec 2000 16:01:07 +0200"
s
Detik, dari "00" sampai "59"
S
Akhiran yang menunjukkan angka dalam Bahasa Inggris, tekstual, 2 huruf, misalnya "th", "nd"
t
Jumlah hari dalam satu bulan, dari "28" sampai "31"
T
Setting zona waktu pada komputer, misal "MDT"
U
Jumlah detik sejak Unix Epoch.
w
Hari dalam angka untuk satu minggu, "0" untuk Minggu sampai "6" Sabtu.
Y
Tahun, 4 digit, misal "2001"
y
Tahun, 2 digit, misal "99"
z
Hari dalam angka untuk satu tahun; dari "0" sampai "365"
Z
Setting zona waktu dalam detik, dari "-43200" sampai "43200". Sebelah barat UTC bernilai negatif, dan sebelah timur UTC bernilai positif.
Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Tanggal </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<font size="10px">
<?php
echo "Sekarang adalah tanggal ";
echo date('d-F-Y');
echo "<br />dan jam ";
echo date('h:i:s A');
?>
</FONT>
</BODY>
</HTML>

Fungsi getdate()
Fungsi getdate() digunakan untuk mengambil nilai waktu lokal sekarang atau waktu timestamp dan waktu memasukkannya ke dalam array asosiatif. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
getdate([timestamp])
Elemen array yang dapat dipergunakan adalah sebagai berikut:
  1. "minutes" = menit
  2. "seconds" = detik
  3. "mday" = hari dalam satu bulan
  4. "hours" = jam, dalam format 24 jam.
  5. "wday" = hari dalam satu minggu, numeris, 0 untuk minggu hingga 6 untuk sabtu
  6. "mon" = bulan, numeris.
  7. "year" = tahun, numeris.
  8. "yday" = hari dalam satu tahun, misalnya "299"
  9. "weekday" = hari dalam satu minggu, tekstual penuh, misalnya "Friday"
  10. "month" = bulan, tekstual penuh, misalnya "January"
Sebagai contoh misalnya ingin dibuat halaman selamat datang yang akan menyapa pengunjung dengan salam Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam sesuai dengan waktu saat itu. Skripnya adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Getdate </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<center>
<h1>
<?php
$sekarang = getdate();
$bulan = $skr['month'];
$hari = $skr['mday'];
$tahun = $skr['year'];
$jam = $sekarang['hours'];
if ($jam <= 11) {
    echo "Selamat Pagi";
} elseif ($jam > 11 and $jam <= 15) {
    echo "Selamat Siang";
} elseif ($jam > 15 and $jam <= 18) {
    echo "Selamat Sore";
} elseif ($jam > 18) {
    echo "Selamat Malam";
}
?>
</h1>
<h2> Selamat datang</h2>
<h3> Sekarang adalah tanggal <?php echo "$hari $bulan $tahun"; ?></h3>
</BODY>
</HTML>
 Selamat mencoba..... 

Membuat Menu Drop Down


Membuat Menu Drop Down


1. Buka aplikasi dreamweaver kita, disini saya menggunakan Dreamweaver 8 karena ringan di komputer saya. Bagi yang sudah menggunakan dreamweaver CS5 bahkan CS6 tenang saja karena cara ini bisa diaplikasikan untuk semua dreamweaver
(start >> all program >> Dreamweaver)

2. buat CSS file, caranya. Klik File >> New >> Tab General >> Basic Page >> Css
membuat css

tulis Kode CSS di bawah ini

/* CSS untuk drop down menu dimulai */
ul
{
list-style:none;
padding:0px;
margin:0px
}
ul li
{
display:inline;
float:left;
}
ul li a
{
color:#ffffff;
background:#990E00;
margin-right:5px;
font-weight:bold;
font-size:12px;
font-family:verdana;
text-decoration:none;
display:block;
width:100px;
height:25px;
line-height:25px;
text-align:center;
-webkit-border-radius:5px;
-moz-border-radius:5px;
border: 1px solid #560E00;
}
ul li a:hover
{
color:#cccccc;
background:#560E00;
font-weight:bold;
text-decoration:none;
display:block;
width:100px;
text-align:center;
-webkit-border-radius:5px;
-moz-border-radius:5px;
border: 1px solid #000000;
}
ul li.sublinks a
{
color:#000000;
background:#f6f6f6;
border-bottom:1px solid #cccccc;
font-weight:normal;
text-decoration:none;
display:block;
width:100px;
text-align:center;
margin-top:2px;
}
ul li.sublinks a:hover
{
color:#000000;
background:#FFEFC6;
font-weight:normal;
text-decoration:none;
display:block;
width:100px;
text-align:center;
}
ul li.sublinks
{
display:none;
}
/* CSS drop down menu sederhana end */
wow banyak bener, tenang copy dan paste saja CSS ini ke CSS yang baru anda buat dengan dreamweaver,
memasukkan css
save dan beri nama "dropdown.css"

3. Sekarang buat halaman web, pakai saja HTML agar lebih simple, karena jika memilihformat PHP butuh bantuan Sever untuk mengoprasikannya
caranya mirip css tadi, cuma urutannya File >> New >> Basic Page >> Html >> Ok
sekarang panggil css yang kita buat, caranya:
css 
oke
klik browse, lalu ambil "dropdown.css", OK
Nah setelah langkah di atas benar maka akan ada code seperti ini di halaman html kita.
code
 css
itu artinya style (CSS) yang kita buat telah masuk ke halaman html

4. Masukkan kode ini ke code html kita. pilih code
<!-- Menu Pertama Dimulai -->
<ul>
<li><a href="#" class="dropdown">Menu One</a></li>

<li class="sublinks">
<a href="#">Link 1</a>
<a href="#">Link 2</a>
<a href="#">Link 3</a>
<a href="#">Link 4</a>
<a href="#">Link 5</a>
</li>

</ul>
<!-- Menu Pertama Selesai -->
<!-- Menu Kedua Dimulai -->
<ul>
<li><a href="#" class="dropdown">Menu Two</a></li>

<li class="sublinks">
<a href="#">Link 1</a>
<a href="#">Link 2</a>
<a href="#">Link 3</a>
<a href="#">Link 4</a>
<a href="#">Link 5</a>
</li>

</ul>
<!-- Menu Kedua Selesai -->
<!-- dan seterusnya -->
copy dan paste code di atas di bagian antara <body> .... </body> , bagi yang belum mengerti tag seperti ini lihat tutorial BELAJAR WEBSITE HTML

4. Tambahkan JQuery Script, wow apa lagi ini ya? tenang... lebih jelasnya klikPengenalan JQuery Website
memasukkan jquery
tulis codenya, Letakkan di bawah tag Title

setelah itu tambahkan code Javascript ini,
letakkan di bawah tag JQuery
<script type="text/javascript">
$(function(){
$('.dropdown').mouseenter(function(){
$('.sublinks').stop(false, true).hide();

var submenu = $(this).parent().next();
submenu.css({
position:'absolute',
top: $(this).offset().top + $(this).height() + 'px',
left: $(this).offset().left + 'px',
zIndex:1000
});

submenu.stop().slideDown(300);

submenu.mouseleave(function(){
$(this).slideUp(300);
});
});
});
</script>
ini gambarnya
tambahan javascript
Selesai, dan hasilnya kira - kira seperti ini
drop down menu
Gambar: Drop down menu sederhana

Fungsi-fungsi String di PHP


Rangkaian fungsi yang kita bahas pada sesi ini adalah fungsi-fungsi String, yang digunakan untuk mengolah tipe data string atau memberikan tampilan dengan format tertentu. Beberapa fungsi-fungsi string yang akan kita bahas adalah:
Fungsi Echo() dan Print()
Fungsi ini merupakan fungsi yang sangat sering dijumpai dalam PHP, karena fungsi ini digunakan untuk menampilkan suatu string atau teks ke browser. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Echo(string)
Print(string)
Tentunya Anda sudah tidak asing lagi mengenai penggunaan fungsi-fungsi tersebut, karena pada artikel-artikel sebelumnya sudah sangat sering digunakan sebagai contoh.
Fungsi Printf() dan Sprint()
Kedua fungsi ini digunakan untuk menampilkan output ke browser dengan format tertentu. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Printf(format[,argumen])
Sprintf(format[,argumen])
Parameter format selalu ditandai dengan karakter persen (%), kemudian diikuti oleh karakter tertentu yang memberikan spesifikasi untuk memberikan hasil dengan format tertentu. Karakter pemberi spesifikasi tersebut adalah:
Karakter
Keterangan
b
Argumen diperlakukan sebagai integer, dan ditampilkan sebagai angka biner. 
c
Argumen diperlakukan sebagai integer, dan ditampilkan sebagai karakter dengan nilai ASCIInya. 
d
Argumen diperlakukan sebagai integer, dan ditampilkan sebagai angka desimal. 
f
Argumen diperlakukan sebagai double, dan ditampilkan sebagai angka floating point. 
o
Argumen diperlakukan sebagai integer, dan ditampilkan sebagai bilangan oktal. 
s
Argumen diperlakukan dan ditampilkan sebagai string. 
x
Argumen diperlakukan sebagai integer dan ditampilkan sebagai angka heksadesimal (dengan huruf kecil). 
X
Argumen diperlakukan sebagai integer dan ditampilkan sebagai angka heksadesimal (dengan huruf besar).
Contoh:
$angka1 = 68.75;
$angka2 = 54.35;
$angka = $angka1 + $angka2;
// echo $angka akan menghasilkan "123.1";
$format = sprintf ("%01.2f", $angka);
// echo $format akan menghasilkan "123.10"
Diantara karakter % dan karakter pemberi spesifikasi juga dapat disisipkan angka. Angka di depan karakter pemberi spesifikasi menunjukkan jumlah digit atau jumlah karakter (minimum) yang akan ditampilkan. Jika ada angka titik, berarti hal tersebut menunjukkan jumlah angka di belakang koma. Misalnya “%01.2f” menunjukkan bahwa bilangan tersebut ditampilkan sebagai floating point dan harus ada 2 angka di belakang koma yang ditampilkan, “%02d” menunjukkan bahwa bilangan tersebut ditampilkan sebagai integer dan harus ada 2 angka yang ditampilkan, jadi jika hanya terdapat angka 8, akan diubah menjadi 08.
Contoh:
$year = 1982;
$month = 2;
$day = 27;
$tanggal = sprintf ("%04d-%02d-%02d", $year, $month, $day);
// echo $tanggal akan menghasilkan "1982-02-27"

Fungsi Htmlentities()
Fungsi ini digunakan untuk menghentikan proses penerjemaahan tag HTML oleh browser, sehingga tag HTML akan dibiarkan muncul seperti apa adanya, tanpa diterjemahkan oleh browser. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Htmlentities(string)
Contoh:
<?php
$str = "<a href='test.htm'> Klik Di Sini </a>";
$hasil = htmlentities($str);
echo "$str";
echo "$hasil";
?>
Jika variabel $str langsung dikenai fungsi echo(), maka yang muncul adalah link yang bertuliskan "Klik Di Sini", tapi jika dikenai htmlentities() terlebih dahulu seperti yang ditunjukkan oleh variabel $hasil, maka yang muncul adalah "<a href='test.htm'> Klik Di Sini </a>".
Hal seperti ini berguna misalnya jika kita hendak menampilkan tutorial penggunaan HTML dalam bentuk file HTML juga. Seperti contoh tersebut, misalnya kita hendak memberi pelajaran bagaimana membuat sebuah link. Jika hendak menuliskan "<a href='test.htm'> Klik Di Sini </a>" tanpa diterjemahkan oleh browser, maka kita harus menuliskannya sebagai berikut:
<a href='test.htm' > Klik Di Sini </a>
Tentunya sangat sulit dan menyita waktu bukan? Htmlentities() akan mempermudah pekerjaan kita.
Fungsi Strstr(), Stristr(), dan Strchr()
Ketiga fungsi ini digunakan untuk mencari keberadaan suatu string di dalam string lain. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Strstr(tujuan,pencari)
Stristr(tujuan,pencari)
Strchr(tujuan,pencari)
Dari ketiga fungsi tersebut, hanya stristr() yang tidak bersifat case sensitive. Parameter tujuan adalah string yang dicari oleh pencari. Hasil yang didapat adalah mulai dari karakter pencari pertama yang ditemukan sampai akhir string tujuan. Jika string pencari tidak terdapat pada string tujuan, maka fungsi akan menghasilkan nilai False.
Contoh:
$email = " user@domain.com";
$domain = strstr($email,'@');
echo $domain;
akan menghasilkan "@domain.com"

Fungsi Strlen()
Fungsi ini digunakan untuk mengukur panjang karakter sebuah string. Sintaksnya adalah sebagai berikut:

Strlen(string)
Sebuah spasi akan dihitung sebagai sebuah karakter.
Contoh:
$str = "Test jumlah variabel";
$pj = strlen($str);
// variabel $pj bernilai 18
Fungsi Strrev()
Fungsi ini digunakan untuk membalik urutan karakter-karakter penyusun string dari depan ke belakang menjadi dari belakang ke depan. Dengan kata lain fungsi ini digunakan untuk membaca string secara terbalik.
Strrev(string)
Contoh:
<?php $str = "Belajar PHP itu mudah";
echo strrev($str);
// hasilnya adalah "hadum uti PHP rajaleB" ?>
Fungsi Str_replace()
Fungsi ini digunakan untuk mengganti suatu string dengan string yang lain. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Str_replace(yang_diganti,pengganti,tujuan)
Parameter yang_diganti menunjukkan string yang akan diganti.
Parameter 
pengganti menunjukkan string yang akan menggantikannya.
Parameter 
tujuan adalah string secara keseluruhan yang didalamnya mengandung string yang_diganti. Bisa juga merujuk pada variabel tertentu yang berisi sebuah string.
Contoh:
<?php $str = "Belajar PHP itu sulit";
echo str_replace("sulit","mudah", $str);
// hasilnya adalah "Belajar PHP itu mudah" ?>
Fungsi Substr()
Fungsi ini digunakan untuk mengambil atau memotong suatu bagian sebuah string dan menampilkannya sebagai sebuah string tersendiri. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Substr(string,mulai[,panjang])
String akan diambil atau dipotong mulai dari karakter yang terletak pada nomor yang ditunjukkan oleh parameter mulai dengan jumlah sebanyak angka yang ditunjukkan oleh parameter panjang.
Contoh:
$rest = substr ("abcdef", 1);    // menghasilkan "bcdef"
$rest = substr ("abcdef", 1, 3); // menghasilkan "bcd"
Parameter mulai juga dapat diisi dengan negatif. Jika negatif, maka perhitungan dimulai dari karakter yang paling belakang.
Contoh:
$rest = substr ("abcdef", -1);    // menghasilkan "f"
$rest = substr ("abcdef", -2);    // menghasilkan "ef"
$rest = substr ("abcdef", -3, 1); // menghasilkan "d"

Fungsi Strtolower() dan Strtoupper()
Kedua fungsi ini digunakan untuk mengkonversi string menjadi huruf kapital semua atau huruf kecil semua. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Strtolower(string)
Strtoupper(string)
Contoh:
$str = "StrINg inI terDiRi DARi hurUF beSAr dan KECIl";
echo strtolower($str);
// hasilnya adalah: "string ini terdiri dari huruf besar dan kecil"
echo strtoupper($str);
// hasilnya adalah: "STRING INI TERDIRI DARI HURUF BESAR DAN KECIL"
Fungsi Strpos()
Fungsi ini digunakan untuk mengetahui posisi sebuah string di dalam string yang lain. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Strpos(tujuan,pencari)
Jika pada string tujuan terdapat lebih dari satu karakter yang dicari oleh karakter pencari, maka karakter pertama yang ditemukan yang akan dipakai.
Contoh:
$str = "bambang";
$cari = strpos($str,”b”);
// echo $cari akan menghasilkan 0
Perhatikan bahwa sangat mudah terjadi kebingungan antara karakter yang ditemukan pada posisi ke nol dengan karakter tidak ditemukan. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk membedakannya, sebagai berikut:
<?php // pada PHP 4.0b3 dan terbaru:
$pos = strpos ($str, "b");
if ($pos 
=== false) { // perhatikan jumlah tanda = ada 3
echo "Tidak ditemukan";
}

// pada PHP sebelum 4.0b3:
$pos = strpos ($str, "b");
if (is_string ($pos) && !$pos) {
echo "Tidak ditemukan"; ?>
Mungkin saja Anda bingung, untuk apa sih semua fungsi-fungsi tersebut? Memang saat diterangkan fungsi-fungsi tersebut nampaknya hanya untuk main-main string saja, tetapi nanti jika pembahasan kita telah masuk lebih dalam dan mulai membangun sebuah aplikasi web, fungsi-fungsi tersebut baru akan nampak kegunaannya. Tetapi tidak mungkin membangun suatu aplikasi web tanpa belajar dasarnya dulu, bukan :-p?, selamat mencoba.

Tentang PHP

Tentang PHP
PHP adalah bahasa pemrograman server side yang sudah banyak digunakan pada saat ini, terutama untuk pembuatan website dinamis. Untuk hal-hal tertentu dalam pembuatan web, bahasa pemrograman PHP memang diperlukan, misalnya saja untuk memproses data yang dikirimkan oleh pengunjung web. Contoh nyata adalah penggunaannya untuk buku tamu, halaman login, dan sebagainya. Agar bisa berjalan dengan baik, maka PHP harus dikolaborasikan dengan database engine, seperti MySQL, PostgreSQL, dan lainnya. Selain kita bisa menggunakan PHP untuk website yang dibuat, ada juga beberapa aplikasi open source yang menggunakan pemrograman PHP secara penuh. Contohnya adalah aplikasi CMS (Content Management System), seperti PostNuke, Joomla, Mambo, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk aplikasi forum, contohnya adalah phpBB, SMF (Simple Machine Forum), dan lainnya.

Beberapa kelebihan PHP, diantaranya adalah:
• PHP bisa digunakan untuk membuat website dinamis, contohnya website yang berbasis CMS.
• PHP bisa berjalan di server web mana saja (Apache, IIS, dan lainnnya), dengan konfigurais yang mudah.
• PHP adalah termasuk bahasa pemrograman yang mudah.
Seorang web desainer tentunya tidak harus menguasai berbagai bahasa pemrograman. Jika tidak bisa melakukannya, anda bisa menyuruh seorang programmer untuk membantu proyek yang sedang dibuat.
Referensi Online untuk mempelajari PHP:
• http://www.learnphp.org
• http://phpbuddy.com
• http://php-scripts.com
• http://www.w3schools.com/php/default.asp

FUNGSI BREAK DAN CONTINUE DALAM PHP


fungsi break dan continue dalam php
Fungsi break dalam php digunakan untuk menghentikan proses yang dilakukan oleh perintah php  : for, foreach, while, do-while atau switch. Sedangkan continue digunakan untuk melanjutkan proses pada perintah perulangan for dengan php. Kedua fungsi ini (break dan continue) memang tidak selalu digunakan, karena setiap kasus mungkin saja berbeda keperluan. Pada kasus seperti apa anda memerlukan fungsi break dan continue?
Fungsi break ini biasanya digunakan untuk mengendalikan alur kerja dari sebuah proses yang dilakukan dengan perintah seperti diatas. Fungsi break ini diletakkan dalam struktur if dengan menambahkan kriteria tertentu.

<?php
switch ($nilai) {
  case '1':
    echo "$nilai=1";
    break;
  case '2':
    echo "$nilai=2";
    break;
  case '3':
    echo "$nilai=3";
    break;
  case '4':
    echo "$nilai=4";
    break;
  default:
    echo "$nilai";
}
?>
Pada contoh switch diatas bisa kita lihat bahwa setiap akhiran case diletakkan break. Ini fungsinya agar, pada saat variabel nilai sesuai dengan salah satu nilai case maka proses switch akan diakhiri setelah perintah break. Hal ini dikarenakan jika tidak diletakkan break maka php akan melanjutkan sampai case terakhir.

<?php
for ($i = 0; $i < 5; ++$i) {
    if ($i == 2)
        continue
    echo "$i\n";
}
?>
Jika kode php diatas dijalankan maka hasilnya adalah menuliskan angka 0 1 3 4, pada bagian program kita lihat ada if($i == 2) continue yang artinya pada saat perulangan dengan nilai i sama dengan 2 maka perulangan mengabaikan perintah menuliskan angka 2 dan melanjutkan ke perulangan nilai berikutnya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost